Alat musik bass adalah salah satu alat musik yang memiliki peran penting dalam suatu lagu. Bukan berarti alat musik lain tidak penting, namun karena alat musik bass berfunsi sebagai rhythm section atau bagian dari ritme yang bertugas mengatur ritmik dari sebuah lagu maka keberadaannya sulit digantikan oleh alat musik lain. Walaupun alat musik bass memiliki beragam jenis bentuk dan ukuran, namun fungsinya masih tetap sama. Jenis alat musik bass antara lain bass elektrik, kontrabass, bass akustik, dan bass fretless . Perbedaan alat musik bass bisa dilihat dari segi fisik dan warna suaranya.
Alat musik bass yang paling banyak
dipakai sampai saat ini adalah bass elektrik (biasa digunakan untuk semua jenis
pertunjukan terutama band), dan kontrabass (biasa dipakai untuk pertunjukan
opera). Sedangkan bass fretless
adalah bass tanpa pembatas pada fingerboard.
Prinsip kerja bass fretless
hampir sama dengan kontrabass, hanya saja bentuk dan warna suaranya menyerupai
bass elektrik.
Alat musik bass biasanya hanya
memiliki empat dawai, walaupun ada alat musik bass yang menggunakan lima, enam,
bahkan sebelas dawai, tetapi lebih sering untuk bass elektrik. Tehnik
penyetelan dawai bass sangat beragam, tergantung kepada pemain bass itu
sendiri. Pada umumnya penyetelan dawai bass yang memakai empat dawai adalah "G-D-A-E",
"G-D-A-D", "G-D-G-D", "D-A-E-B",
"F-C-G-D" atau "F-C-G-C". Sedangkan yang memakai lima dawai
umumnya "G-D-A-E-B" tapi terkadang "C-G-D-A-E". Dan yang
menggunakan enam dawai umumnya "C-G-D-A-E-B" atau
"B-G-D-A-E-B".
Namun pada posting ini saya memilih
topik perbedaan instrumen bass elektrik dengan kontrabass. Mengapa bass
elektrik dengan kontrabass? Mengapa bukan bass fretless atau bass akustik? Saya memilih topik ini karena kedua
instrumen tersebut adalah alat musik bass yang paling sering di gunakan untuk
pertunjukan. Dan dikarenakan pula banyak masyarakat awam berpendapat bahwa
tehnik memainkan kedua instrumen tersebut sama, padahal kata “sama” sangat
tidak dapat digunakan untuk menggambarkan kedua instrumen tersebut. Oleh karena
itu, makalah ini dijadikan pertimbangan, analisis, untuk topik yang saya pilih.
Tujuan pemilihan topik ini adalah
menggambarkan kepada pembaca perbedaan instrumen bass elektrik dan kontrabass
dari segi fisik, cara memainkannya, dan warna suara. Pengumpulan data dilakukan
dengan studi pustaka, serta memberikan analisis mengenai kedua instrumen
tersebut. Dengan demikian pembaca dapat memahami secara detil perbedaan
kedua-duanya.
Untuk penulisan makalah ini, saya
menggunakan metode penulisan deskriptif argumentatif. Pengumpulan data
berdasarkan studi pustaka dan referensi dari internet. Bagian topik dan
masalah, saya menggunakan teknik analisis secara deskriptif. Masalah dijabarkan
secara tertulis sehingga dapat di tarik kesimpulan pada akhir pembahasan.
Makalah ini terbagi atas tiga bagian.
Bagian pendahuluan berisi latar belakang topik, tujuan pemilihan topik,
metodologi penulisan, dan sistematika penulisan. Bagian pembahasan berisi
uraian yang berkaitan dengan topik. Bagian penutup berisi simpulan dan saran.
II.
INSTRUMEN BASS
A.
Bass Elektrik

Kontruksi
bass elektrik mengadopsi dari gitar elektrik, tetapi dengan badan yang lebih
besar, leher yang lebih panjang, dan memakai empat, lima, atau enam dawai. Bass
elektrik memiliki nada satu oktaf lebih rendah dibandingkan gitar elektrik.
Namun seperti halnya gitar elektrik, bass elektrik membutuhkan amplifier untuk menghasilkan suara.
Sejak
1950 sebagian besar bass elektrik telah menggantikan kontrabass dijenis-jenis
musik moderen sebagai rhythm section. Dan
seiring berjalannya waktu para bassis (pemain bass elektrik) mulai
mengembangkan gaya bermain mereka, dari satu jenis musik ke jenis musik lain.
Oleh karena itu bass elektrik banyak dipakai di musik rock, metal, pop, punk, country, blues, dan jazz. Bahkan dimusik seperti jazz,
fusion, funk, latin, dan dalam
beberapa jenis musik rock dan metal, bass elektrik dipakai sebagai
instrumen solo, melenceng dari fungsi yang sebenarnya bahwa alat musik bass
adalah rhythm section.
Pada tahun 1930, Paul Tutmarc seorang pencipta dan
pemusik dari Seattle, Washington, Amerika Serikat, membuat bass elektrik pertama
yang menggunakan pembatas pada fingerboard
dan dirancang untuk dimainkan secara horisontal. Tahun 1935 penjualan katalog
untuk perusahaan Tutmarc’s Audiovox lebih menitik beratkan pada bass elektrik
dengan empat dawai, memiliki badan bass yang solid, dan dengan skala 30,5 inci.
Bagaimanapun juga, Tutmarc memiliki ide yang mengubah musik dunia. Pengembangan
disain bass elektrik Tutmarc berlangsung hingga 1950.
Pada
tahun 1950, Leo Fender dengan bantuan karyawannya George Fullerton
mengembangkan bass elektrik dan diproduksi secara massal. Pada tahun 1951
Fender Precision Bass berhasil di luncurkan, ini menjadi standar industri bass
elektrik. Disain bass ini menyerupai gitar Telecaster
dengan satu pickup coil sederhana.
Dan pada tahun 1957, perusahan Fender berhasil mengeluarkan bass elektrik
dengan dua pickup coil dan satu hambucking efek.
Perkembangan
bass elektrik sangat pesat, hal ini ditandai dengan munculnya perusahaan
pembuat bass elektrik mulai dari Washburn, Musicman, Ibanez, Cort, dan masih
banyak lagi. Ini merupakan salah satu hal mengapa banyak bassis yang memilih
untuk mendalami bass elektrik dari pada kontrabass. Selain itu bentuknya yang
variatif dan lebih mudah dibawa, semakin membuat bass elektrik makin digemari.
B.
Kontrabass
Kontrabass
adalah salah satu dari keluarga biola. Kontrabass memiliki nama lain seperti double bass, string bass, upright bass,
standup bass, acoustic bass, contrabass violin, bass violin, bass fiddle, bull
fiddle, dog house bass, contrabasso. Kontrabass adalah alat musik terbesar
dan memiliki warna suara paling rendah di dalam simponi orkestra moderen.
Sebenarnya nama yang umum di gunakan adalah “double bass”, itu dikarenakan kontrabass dapat mengahasilkan suara
dua oktaf di bawah cello.
Saat ini kontrabass tidak hanya di
gunakan untuk memainkan musik klasik, tapi telah di gunakan untuk memainkan musik
seperti jazz, blues di era 1950, rock and
roll, rockabilly atau psychobilly, musik tradisional country, bluegrass, dan tango.
Satu kontrabass terbuat dari bermacam jenis kayu. Contohnya kayu maple untuk
bagian belakang, kayu hitam untuk fingerboard,
dan kayu cemara untuk bagian depan.
Seperti alat musik berdawai lainnya,
kontrabass dimainkan menggunakan bow
atau busur dengan cara digesekan pada dawai, juga dengan cara dipetik
dawai-dawainya. Dalam musik klasik dan tango
kedua cara tadi sering dipakai. Namun dalam musik jazz lebih sering hanya dengan dipetik, walaupun dalam beberapa
lagu terkadang ada yang menggunakan bow.
Didalam jenis musik seperti blues dan
rockabilly, kontrabass hanya
menggunakan tehnik petik.
Kontrabass secara umum merupakan
bagian dari keluarga dawai. Kontrabass mulai digunakan di Eropa pada abad
ke-15, dan disebut sebagai “bass violin”.
Sebelum abad ke-20 banyak orang yang memainkan kontrabass hanya dengan tiga
dawai, berlawanan dengan alat musik dawai yang memiliki lima sampai enam dawai
atau keluarga biola yang memiliki empat dawai. Namun pada abad ke-16 Gasparo da
Salo menciptakan kontrabass dengan enam dawai, sayangnya itu tidak bisa
bertahan sampai sekarang.
Ukuran kontrabass sangat berbeda dari
cello dan biola, itu bisa terlihat dari panjang kontrabass. Sebagai tambahan, biola
memiliki lenkung bahu secara fisik dan kontrabass memiliki bahu mengukir dan
kemiringan yang lebih dibanding biola. Sebelum dimodifikasi kontrabass memang
sangat mirip dengan keluarga biola, sekarang untuk memudahkan memainkan tehnik
moderen bahu kontrabass sedikit dipotong. Karena kontrabass merupakan
satu-satunya alat musik dawai yang dibungkukan, maka sampai saat ini masih
menjadi perdebatat mengenai keturunan dari biola.
Di era baru kontrabass, Paul Brun
seorang pengamat musik internasional mengatakan bahwa kontrabass adalah bagian
dari keluarga biola. Ia mengatakan seperti itu karena bagian luar kontrabass
menyerupai cello dan di bagian dalam menyerupai biola.
Seseorang yang memainkan kontrabass
disebut kontrabassis atau pemain kontrabass. Disebut pula kontrabass karena
nadanya yang kontra atau berlawanan dengan cello, juga disebut sebagai oktaf
ke-16 dari organ gereja. Terminologi nama kontrabass untuk pertunjukan klasik
diangkat dari bahasa Itali “contrabbasso”.
Di musik jazz atau jenis musik lainnya di luar musik klasik kontrabass biasa
disebut “upright bass” atau bass yang
berdiri. Hal ini untuk membedakannya dengan bass elektrik yang biasa digunakan.
Namun berbeda pada musik rakyat dan musik bluegrass,
kontrabass lebih dikenal dengan sebutan “bass
fiddle”. Lain pula dengan dengan masyarakat Hungaria, mereka memiliki
panggilan tersendiri untuk kontrabass. Di sana kontrabass disebut “nagy bogo” yang artinya penyiar yang besar, dikarenakan
kontrabass memiliki suara yang besar.
C.
Jenis Musik
Berbicara
tentang alat musik tentu tidak bisa lepas dari jenis musik atau genre. Penggunaan bass elektrik atau
kontrabass memang tidak memiliki aturan pasti tentang jenis musik apa yang
harus dimainkan. Namun umumnya kedua alat musik itu memiliki jenis musik yang
berbeda. Bass elektrik yang menggunakan pickup
dan harus memakai amplifier untuk
menghasil kan suara, lebih cocok untuk musik seperti rock, metal dan pop. Hal
ini didukung karena suara bass elektrik dapat diatur ketebalannya dengan mudah
dan cepat. Bass elektrik juga memiliki kekurangan dari segi suara, oleh karena
itu bass elektrik tidak pernah dipakai untuk simponi orkestra atau opera. Pada
jenis musik ini kontrabass sangat vital perannya dan tidak bisa di gantikan
oleh bass elektrik.
Namun
pada jenis musik seperti jazz, bass
elektrik dan kontrabass sering dipakai. Hal ini karena musik jazz adalah salah satu jenis musik yang
sangat eksperimental. Dalam musik jazz,
sang bassis bebas memilih ingin memakai bass elektrik atau kontrabass, tanpa
terikat dengan aturan dan sejarah perkembangan musik itu sendiri.
III.
PERBEDAAN BASS ELEKTRIK DAN KONTRABASS:
SEGI FISIK, CARA MEMAINKAN DAN WARNA SUARA
A.
Segi Fisik
Ditinjau
dari segi fisik, bass elektrik dan kontrabass sangatlah berbeda. Bass elektrik
memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari kontrabass, dengan badan bass yang
ramping namun dengan leher yang lebih panjang. Bahan bass elektrik sangat
beragam walaupun secara khusus terbuat dari kayu, namun ada bahan seperti
grafit dan metal. Jenis kayu yang paling umum digunakan adalah kayu adler untuk
badan bass, kayu maple untuk leher, dan kayu tropis merah tua atau rosewood
untuk fingerboard. Masih ada pula alternatif
pemilihan bahan seperti kayu mahoni, kayu hitam atau ebony, kayu keras atau
ash, dan kayu poplar. Pemilihan kayu sendiri tergantung kepada disain dan suara
yang ingin dihasilkan.
Pengunaan bahan-bahan tiruan dapat
dipertimbangkan dalam membuat bass elektrik dengan disain yang unik dan untuk menghasilkan
bentuk badan bass yang kompleks. Biasanya bass elektrik memiliki badan yang
padat, namun dapat pula dibuat berongga untuk meningkatkan resonansi suara dan
mengurangi berat dari instrumen itu. Bass elektrik juga memiliki pickup khusus yang dilengkapi dengan piezoelectric atau daya magnetis yang
bisa diperbesar dan diperkecil.
Ukuran bass elektrik dibedakan oleh
panjang skala antara bridge hingga nut. Walaupun standar ukuran bass
elektrik adalah 34 inci, namun skala dengan ukuran 30 inci seperti Hofner
Violin Bass yang dipopulerkan oleh Paul McCartney (bassis grup musik The
Beatles) dan ukuran 35 inci sampai 36 inci tetap ada. Ini tergantung besarnya
tangan dari bassis itu sendiri. Memang dengan perbedaan skala, nada yang
dihasilkan sama. Namun jika bass elektrik dengan skala lebih panjang tentunya
menghasilkan tegangan dan resonansi yang berbeda pula.
Lain halnya dengan kontrabass,
kontrabass memiliki kontruksi terdekat dengan biola, tetapi memiliki beberapa
persamaan dengan keluarga “viola da gamba”. Namun fingerboard
kontrabass berbeda karena kontrabass memiliki fingerboard yang fretless.
Dan memiliki dawai lebih sedikit di banding keluarga viola da gamba yang secara umum memiliki enam dawai.
Kontruksi yang paling jelas terlihat
antara kontrabass dan keluarga biola adalah
pada bagian pegbox. Jika di biola,
biola alto, maupun cello menggunakan gross
pada bagian pegbox, lain halnya
dengan kontrabass yang menggunakan metal pada bagian pegbox. Dan bagian bawah dari kontrabass adalah sebuah batang metal
yang kemudian dihubungkan dengan endpin
dan disandarkan pada lantai. Endpin
pada kontrabass harus lebih besar dan kuat dibandingkan cello, karena ukuran
dan berat kontrabass itu sendiri.
Palang bass dan sound post adalah kontruksi internal dari kontrabass. Bahan-bahan
yang paling sering digunakan adalah kayu maple (punggung, leher, dan tulang
rusuk), kayu cemara (bagian atas), kayu hitam (fingerboard, dan tailpiece).
Pengecualian pada bass yang lebih murah dan menggunakan kayu lapis untuk
punggung, leher, dan tulang rusuk. Walaupun sebenarnya penggunaan kayu lapis
pada kontruksi kontrabass dapat berdampak buruk jika terkena panas dan
kelembaban pada jangka waktu tertentu.
Semua bagian-bagian dari kontrabass
terpaku bersama-sama, kecuali sound post,
bridge, dan tailpiece yang posisinya ditentukan oleh tegangan dawai. Walaupun
tempat sound post dapat dipindahkan
saat dawai-dawai dikendurkan tegangannya, namun machine tuner dengan pegbox
terikat dengan sekrup di bagian atas. Machine
tuner pada kontrabass yang sangat berbeda dengan keluarga biola, membuat
beberapa perancang machine tuner
menjadi tidak fungsional, karena proyeksi dari sisi pegbox.
B.
Cara Memainkan
Berbeda
dari segi fisik, beda pula cara memainkannya. Itulah hal yang dapat digambarkan
jika membandingkan cara memainkan bass elektrik dan kontrabass. Bass elektrik
dimainkan dengan horisontal, biasanya menggunakan sabuk atau strap yang digantungkan pada pundak sang
bassis. Tehnik memainkan bass elektrik yang paling umum adalah dengan dipetik,
namun bisa juga menggunakan tehnik picking,
slapping, tapping, popping, dan thumping.
Tehnik-tehnik di atas selain dipetik tidak dapat dimainkan di kotrabass.
Selain
itu penjarian antara bass elektrik dan kontrabass sedikit berbeda. Pada bass
elektrik umumnya tidak menggunakan ibu jari sebagai bagian dari tehnik tangan
kiri, hanya mengunakan empat jari. Berbeda dengan kontrabass yang menggunakan
semua jari pada fingerboard yang
sudah menyatu dengan badan bass atau posisi jari dari posisi jari 7 hingga
berikutya.
Dibandingkan
dengan bass elektrik, kontrabass memang lebih sedikit memiliki tehnik bermain
pada tangan kanan. Di kontrabass hanya terdapat arco (digesek dengan bow)
dan pizzicato (dipetik seperti bass
elektrik). Minimnya tehnik tangan kanan pada kontrabass di sebabkan karena
memainkan kontrabass harus secara vertikal. Hal itu membuat tehnik seperti slapping, popping, dan tapping sulit dilakukan di kontrabass.
C.
Warna Suara
Perbandingan
warna suara bass elektrik dan kontrabass sedikit berbeda, namum dapat menjadi
sangat berbeda jika bass elektrik diatur dengan treble yang tinggi. Terlebih lagi jika bass elektrik disambungkan
dengan efek bass. Adanya pickup dan
padatnya badan bass elektrik membuat suara bass elektrik terdengar lebih
moderen di banding kontrabass. Oleh karena itu suara yang dihasilkan bass
elektrik sangat tergantung pada pickup
dan amplifier yang digunakan.
Jauh
berbeda dengan kontrabass yang suaranya tergantung dari jenis kayu yang dipakai
dan penjarian kontrabassis yang memainkannya. Karena kontrabass adalah alat
musik fretless, maka saat pergeseran
nada pada kontrabass jauh lebih lembut di banding bass elektrik. Selain itu
tehnik menggunakan bow pada
kontrabass membuat suara kontrabass lebih terdengar klasik. Kontrabass pada
dasarnya memiliki suara lebih rendah dan lebih dalam dari bass elektrik.
IV.
PENUTUP
A.
Simpulan
Berdasarkan
hasil uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa bass elektrik memiliki perbedaan
yang sangat mendasar baik dari sejarah, segi fisik, cara memainkan, dan warna
suara. Walaupun kedua alat musik itu sangat berbeda, namun memilki fungsi yang
sama yaitu sebagai rhythm section.
Hal ini yang membuat betapa pentingnya kedua alat musik tersebut untuk perkembangan
musik, baik dari jenis musiknya maupun pengaruhnya secara universal.
B.
Saran
Dengan
berkembangnya zaman, tentu membuat moderenisasi pada musik dunia. Namun dengan
berkembangnya zaman bukan berarti harus ada yang hilang. Musik klasik adalah awal
dari tonggak musik saat ini, oleh karena itu sejarahnya tidak boleh luntur
termakan zaman, baik dari instrumennya ataupun karya-karyanya. Karena manusia
yang memahami sejarah cenderung lebih menghargai masa depan.
Artikel Menarik Lainnya
- Akustik
- Sasando
- Apa Itu Kontrabass??
- Perangkat Gamelan Jawa
- Giulio Cesare (1723)
- Handel dan Opera Barok
- Alasan - Alasan Seorang Musisi
- Aqsin M ( Guru Gitar Elektrik )
- Kevin K ( Guru Gitar Elektrik )
- Orkestra Terburuk Di Dunia "Portsmouth Sinfonia"
- Menganalisa L'éléphant (The Elephant) Karya Charles Camille Saint-Saëns
- Tiga Generasi Mozart
- John Lennon Vs Kurt Cobain
- Bass Elektrik Vs Kontrabass
- Liputan Pertunjukan Talea Ensembel (Art Summit V 2010)
- Arumba ( Tradisi Dengan Gaya Masa Kini )
- Belajar Tangga Nada (bag 2)
- Sejarah Organologi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar